Minggu, 13 April 2014

Cintaku Ibarat Tajwid



Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah
hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar…

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada…

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang…

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta…

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain
melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil…Paling panjang di antara yang lainnya…
Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro.. terpantul-pantul dengan keras…
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu..
Sayangku padamu seperti mad thobi’I dalam quran… Buanyaaakkk beneerrrrr….

semoga dalam hubungan., kita ini kayak idgham bilaghunnah ya,cuma berdua, lam dan ro’ ..
Layaknya waqaf mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. dia atau aku?

Meski perhatianku ga terlihat kaya alif lam syamsiah,

cintaku pdmu spt alif lam Qomariah, terbaca jelas…
kau & aku spt Idghom Mutaqooribain..perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya…
Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim,terhenti sempurna diakhir hayat…
Sama halnya dgn Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti,seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Layaknya huruf Tafkhim,Namamu pun bercetak tebal di fikiranku
Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro’ saja,begitu juga aku yang hanya utkmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun …


teruntuk calon suami ku Khairudin  :')


<sumber:kisahislami.com>

Jumat, 11 April 2014

Menyeimbangkan Antara Dunia dan Akhirat



Ilmu akhirat wajib dipelajari
Bekalan untuk bertemu Illahi
Ilmu duniawi boleh dicari
Panduan hidup untuk berbakti


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. [Imam al-Ghazali]
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Islam mengajarkan untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat..
Tapi justru terlihat kaum muslim juga banyak lebih berat kedunia dari akhirat.., lebih banyak mempelajari ilmu dunia dari ilmu akhirat..

"(Sebagai) janji yang sebenarnya dari الله. الله sekali-kali tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir [zahir] (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (Ar-Rum: 6-7)

AYAT ini menurut Al-Qurthubi berbicara tentang kriteria umum orang-orang kafir atau kaum musyrik Makkah yang hanya memperhatikan satu kehidupan saja, yaitu kehidupan dunia. Sehingga, siapapun yang bersikap demikian, tidaklah berbeda dengan orang kafir yang jelas mendapat kerugian di akhirat kelak. Mereka mengetahui kehidupan dunia sebatas untuk meraih kesenangan. Pengetahuan mereka tentang urusan duniawi justru disamakan oleh الله سبحانا وتعاﱃ dengan orang-orang yang tidak tahu, karena pengetahuan seseorang yang terbatas hanya tentang dunia adalah sama dengan kebodohan.

Bahkan ditegaskan dalam ayat di atas bahwa pengetahuan mereka tentang dunia pun sangat parsial, sebatas memahami sisi lahir dari kehidupan dunia yang luas ini, yaitu tentang kesenangan dan kenikmatannya saja, TIDAK tentang ujian, tanggung jawab, dan persoalan-persoalan penting dunia lainnya yang menghantarkan pada balasan baik di akhirat kelak.

Pemahaman seperti ini secara bahasa dapat dibenarkan seperti yang diungkapkan oleh Az-Zamakhsyari bahwa kata يَعْلَمُونَ adalah badal dari kata لا يعلمون sehingga keduanya bermakna satu, yaitu kebodohan dan ketidaktahuan.

Sikap lalai terhadap urusan akhirat menurut Sayyid Quthb merupakan musibah bagi manusia yang beriman. Karena keimanan seseorang seharusnya akan membimbing dan senantiasa mengarahkan untuk juga memperhatikan dan mempersiapkan kehidupan akhirat. Karena, kelengahan terhadap akhirat akan menjadikan barometer sesuatu menjadi rancu (keliru).

Segalanya diukur dengan ukuran material. Itulah bukti pemahaman yang sempit tentang kehidupan. Seorang yang memahami kehidupan akhirat akan mengubah pandangannya tentang dunia tidak melulu untuk memuaskan nafsu dan kesenangan materi semata. Tetapi, ia akan bersungguh-sungguh bekerja dan beramal untuk menyelamatkan diri di akhirat kelak.

Inilah pertimbangan dan parameter yang benar tentang kehidupan yang sesungguhnya. Dan jika seseorang telah lalai akan akhirat, pasti ia akan lebih melupakan الله سبحانا وتعاﱃ. Padahal الله telah menegaskan,
“Dan janganlah kalian seperti orang yang melupakan الله, maka mereka berarti telah melupakan diri sendiri. Dan itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah صلی ﷲ علیﻪ و سلم menyebutkan ciri orang yang cerdas, ternyata terkait dengan perhatian akan kehidupan akhirat. Rasulullah صلی ﷲ علیﻪ و سلم bersabda:

“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan nafsunya dan hanya berangan-angan terhadap الله (tidak beramal).”

Kehidupan dunia ini harus mendapat perhatian sewajarnya sesuai dengan tuntunan الله سبحانا وتعاﱃ., karena kehidupan dunia dapat menjadi potret akan keadaan kehidupan seseorang di akhirat kelak.

Jika akhir kehidupan dunianya baik, maka begitulah kehidupan yang akan dijalaninya di akhirat kelak. Namun jika penuh dengan dosa dan kemaksiatan, maka tentu hukuman siksa dan azab menjadi makanan yang tidak akan berhenti selama-lamanya di akhirat kelak.

Begitu juga, kehidupan dunia harus dipahami secara utuh, terutama berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab kemanusiaan, karena الله menciptakan manusia tidak sia-sia. Maka, hidup di dunia ini tidak boleh disia-siakan dengan melulu mengurusi kesenangan dan kenikmatannya!

Dr. Attabiq Luthfi, MA

Kamis, 10 April 2014

Ketika Hijab Hanya Menanti Dirimu

____

----------------------------------------------------
No need tutorial for hijab syar'i because syariah is simple (:
---------------------------------------------------
---------------------------------------- No need tutorial for hijab syar'i because syariah is simple (: -----------------------------------

Tidak semudah membalik kan telapak tangan, itu yang sering dikatakan orang ketika pesimis terhadap sesuatu belum dibuat dan memvonisnya sesuatu yang berat.
sama hal nya dengan berhijab, tidak semudah membalik kan telapak tangan ketika hanya menunggu kesiapan. Ia nya akan terasa berat. Karna hijab itu KEWAJIBAN. Seperti kematian tidak menunggu kesiapan, tapi kita lah yang harus bersiap2 menunggu kematian itu dengan amalan,  Karna mati itu adalah WAJIB ...
Jadi..apa lagi yang ditunggu ukhti sayang?? tidak kah dibayangkan ketika malaikat izrail mencabut nyawa kita dalam keadaan yg tidak menutup aurat dengan baik? adakah malaikat akan menghormati kita dalam menjemput kepada penghijrahan dunia menuju akhirat nanti?
Ingatlah sesungguhnya Ajal tidak menunggu Taubat.

Jangan perdulikan pandangan mereka yang tak tahu akan perintah Allah. Jangan takut untuk di cemooh dengan sudut pandang mereka yang tajam, jangan takut bila mereka mulai menanyakan ini itu, karena seorang muslimah itu kuat menghadapi orang-orang yang lebih banyak bicara daripada melakukakan.

" kenapa ukhty pake jilbab panjang-panjang gitu? gak gerah?? "
" Ukhty baju nya kegedean, ntar badan nya tenggelem"
" Kenapa ukhty pake kaos kaki?? lagi sakit kaki ya?? "

Bla Bla Bla...

Jangan abaikan, tapi jawablah dengan tegas ! Bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Allah...Dia membuka pintu hidayah bagi siapa yang membuka pintu nawaitu dalam hati nya...

"Sudah sanggup merasakan rambut ini di Creambath dengan api neraka?"
"Sudah sanggupkah tenggelam dalam lautan api neraka?"
"Sudahkah dapat dibayangkan kaki yang dibangga2 kan itu harus melepuh didalam api neraka??"

Pasti jawaban nya "TIDAK"
Tapi mengapa harus ditunda dulu ukhty?? mengapa harus menunggu siap kan ini itu, mau jilbabin hati dulu...??

Menutup aurat itu KEWAJIBAN.
Dan urusan hati serta akhlaq itu adalah urusan pribadi..Nanti setelah berhijab..ukhty pasti bisa menyadari perlahan-lahan, apa sebenarnya hijab itu...dan tanggung jawab kita sebagai muslimah, bagaimana menjaga iffah dan izzah, bagaimana kita melaksanakan tuntutan syari'ah..
Jika sudah berjilbab tapi akhlaq masih minus, itu bukan salah jilbabnya ukhty, tapi rohani, akhlaq yang tidak berusaha memahami fitrah nya kita dilahirkan sebagai manusia itu untuk apa? Renungkanlah.

[ WARNING : berhijab itu sesuai syari'at bukan mengikuti tren yang menyalahi daripada syar'i, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, harus kita perhatikan ( Tentu tidak akan lupa kepada batas-batas aurat kan? )... =) ]

Adakah sama kita didunia ini mencari Ridho Allah?? tidak semua..
yang sama adalah semua ingin masuk Surga..tapi tidak semua org yang ingin masuk surga berusaha mencari jalan nya..yaitu jalan hidup dengan IMTAQ (Iman dan Taqwa) kepada Allah...

Hijab mu menanti wahai ukhti..menanti untuk menemani mu menuju singgasana disurga...
Tidak kah engkau rasakan kasih sayang Allah dengan surat cinta-Nya dalam Qs. An-Nisa dan Qs. Al-Ahzab??

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Maka nikmat Rabb-Mu yang manakah yang hendak kamu dustakan??? (QS. Arrahman:13)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Hijrah kan diri pada ampunan Allah...Hijrahkan diri pada pencarian Ridho Allah..sungguh orang-orang yang memandangmu tidak bisa menjamin keselamatan mu di akhirat kelak..telaah lah dirimu dari cermin, cermin yang tidak pernah mendustai apa yang ada dihadapannya...

Wallahu A'lam Bishawab

Wassalam





Rabu, 09 April 2014

Tinta Hati



Saya hanya ingin menoreh apa yang ada dihati, dan apa yang telah Allah firmankan kepada baginda Rasulullah dan para sahabat melalui kanfas2 yang indah..
ini sebagai pengingat bagi diri saya khususnya,,dan saya akan sampaikan apa yang saya tahu, semoga sedikit banyak nya bermanfaat bagi sahabat2 semua...Aamiin..

salam ukhuwah fillah abadan abada.. ♥









Jangan takut untuk berubah, sebab masa lalu itu adalah pengajaran terbaik, biar orang berkata apa, hanya Allah lah yang berhak menilai dan mengadili hamba2 Nya...
percayalah Allah senantiasa dekat kepada hamba-hamba-Nya yang cinta kepada-Nya..

Dan janganlah ketika melihat orang dengan masa lalu yang tidak baik, kita pandang sebelah mata, sebab tak ada yang tahu nanti nya dia akan jauh lebih baik dari kita...

Tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah..
jangan menghakimi dia yang ingin berubah..sebab neraca keadilan hanya milik ALLAH SWT ,,

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan)". (QS. 55:7)


Semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang diridhoi Allah..
Aamiin Ya Allah


Semoga kita senantiasa hidup dalam keridhoan Allah..
dan senantiasa beryukur disetiap nikmat yang diberi Allah..
sekecil apapun terlihat,beryukurlah, karena boleh jadi yang kecil itu menjadi besar, sebab hidup penuh dengan dugaan..

Bersyukur akan membuat hidup menjadi sempurna Aamiin

Salam Ukhuwah sahabat2 

Sesungguhnya ajal tidak menunggu taubat..


Bismillahirrahmanirrahiim..

Sesungguhnya Allah sangat mencintai hamba-Nya yang mencintai-Nya, yang tidak membagi cintanya kepada ALLAH dengan cinta dunia...

dan sesungguhnya Allah sangat menyukai hamba-Nya yang bercinta dengan-Nya dikala sunyi, yang cukup percintaan itu hanya dia dan Allah yang tau,,


Sebaik-baik ibadah ialah yang dirahasiakan (tidak dipamerkan). (HR. Asysyihaab)

Wallahu'alam.. 

Untuk sahabat Fillah 

Sekotak Tisu berupa doa yang engkau berikan untuk membersihkan segenap tetesan kelukaan disaat pasukan keputus asaan menjelma nyata. Sokongan semangat dari keluarga dan sahabat sangat berharga disaat yang lain terbang menebar serpihan2 kayu yang bersisikan pisau tajam.

Semoga Allah Ridhoi ukhuwah ini hingga jannah-Nya..Aamiin..


Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
[Qs: Al-Munafiqun:63:11]

La tahzan, Innallaha ma'ana..

ciptakan kebahagiaan dalam keadaan manapun...
tetap tersenyum dan berhusnuzon kepada Qada dan Qadar-Nya,,,


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman,

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 Yang memberi nasihat bukan berarti lebih tua, dan yang menerima nasihat bukan berarti belum dewasa..


Sebab menasihati itu bukan didasari usia, orang yang bijak ialah :
- mampu memimpin dirinya 
- mampu memberikan contoh Akhlaq yang baik 
- mau mencontoh akhlaq yang baik dari orang lain


❧❀❧ Sebuah cinta yang betul2 suci dan tulus tidak akan pernah membuat kita leka dan menggadai semua marwah agama ツ ❧❀❧

Karna Cinta sejati hanya cinta kan Illahi, dan cinta sesama insan yang saling mencinta kerana Allah tak kan mau lari daripada Cinta-Nya apalagi melebihkan cinta manusia daripada cinta kepada-Nya...



Orang yang tawadhu ialah orang yang tahu arti bersyukur dan rendah diri dihadapan Allah, dan rendah hati diantara makhluk lainnya...

☼╰☆╮☼ Sedari lah bahwa kita ini setitik cahaya yang terang dibawah cahaya-Nya..☼╰☆╮☼

“ Anda tidak dapat menikmati hidup jika anda bertumpu pada hasil, bukan proses.”

-------------------------------------------------------------
Tujuan tertinggi yang harus dicapai oleh setiap insan dan merupakan keuntungan terbesar yang harus diraih adalah redha Allah. (Imam Hasan Al Banna)
-------------------------------------------------------------
 

 #Kesederhaan itu pintu Kebahagiaan
#Syukur itu kunci dari Kesempurnaan

~~~TURUTI KATA HATI~~~


Dalam hidup ini kita sering dihadapi dengan berbagai pilihan. Kadang tidak mudah untuk menetapkan suatu pilihan diantara berbagai pilihan yang ada. Sering pula, kita ragu apakah tindakan yang kita lakukan benar atau salah. Dalam kebimbangan ketika dipersimpangan jalan seperti ini, menuruti kata hati dapat menjadi keputusan yang terbaik, yang akan membimbing pada pilihan terbaik diantara pilihan-pilihan yang lain. Ya, ungkapan kata turuti kata hati sesungguhnya bukanlah sekedar rangkaian kata kosong belaka. Ungkapan ini sarat makna, bahwa kata hati adalah bisikan murni yang tidak akan pernah menyesatkan.

Sayangnya, kita justru kerap mengambil keputusan atau melakukan suatu tindakan karena mendengarkan kata-kata orang lain dan mengabaikan kata hati kita sendiri. Padahal belum tentu pendapat orang tersebut benar.
Sehingga jatuh pada suuzon terhadap orang lain..
Sebagaimana Firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs. Al-Hujurat:6)


Sesungguhnya, hanya diri sendiri yang paling mengerti kita, bukan orang lain.


Karena kita sendiri yang mampu memiliki cara menenangkan hati. Hati yang jernih akan berfikir jernih dalam suatu masalah, begitu juga sebaliknya...
hati yang jernih adalah hati yang selalu mengingati Allah...

Ya muqollibal quluub, tsabbit quluubana ‘ala tho’atik (Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas ketaatan).

Wallahul muwaffiq... Aamiin..